KEUNGGULAN METODE SPME UNTUK ANALISIS POLISIKLIK AROMATIK HIDROKARBON

Pencemaran lingkungan di Indonesia sudah meluas, terutama pada wilayah perairan pesisir pantai, hal ini di akibatkan oleh banyaknya aktivitas penduduk yang melampaui batas. Pencemaran ini salah satunya yaitu oleh senyawa polisiklik aromatik hidokarbon atau yang disebut PAH. Senyawa ini berasal dari polutan organik dari aktivitas penduduk sekitar pantai maupun polutan yang berasal dari wilayah lain yang terbawa oleh air.

Dalam penentuan kadar polisiklik aromatik hidrokarbon di salah satu laboratorium Universitas Lampung yaitu Laboratorium Biomass  yang dilakukan oleh tim penelitian bidang analitik yaitu dengan metode SPME (Solid Phase Microextraction). Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir panjang kabupaten Lampung Selatan yaitu salah satu wisata pantai yang berada di Lampung. Metode ini dipakai karena mempunyai kelebihan yaitu lebih effisien , ekonomis , dan cepat.

Prinsip dasar dari SPME adalah proses kesetimbangan partisi analit antara lapisan fiber dan larutan sampel. Fiber silika dilapisi oleh suatu lapisan polimer organik yang berperan mengadsorpsi analit dari sampel. Analit volatil organik diekstraksi dan dipekatkan dalam fiber. Analit yang berada dalam fiber didesorpsi secara termal pada saat diinjeksikan kedalam gas kormatografi untuk analisis dan selanjutnya dideteksi dengan menggunakan detektor spektrometri massa. Secara umum ekstraksi dengan metode SPME mempunyai dua cara yaitu dengan cara ieksraksi langsung (Dirrect Immersion, DI) dan ekstraksi headspace. Pada ekstraksi langsung fiber SPME dicelupkan ke dalam sampel cair, baru kemudian diinjeksikan pada injection port pada GC7MS. Cara ini hanya cocok untuk jenis sampel yang tingkat kekeruhannya rendah.

Sampel dengan matriks yang kompleks tidak dapat dilakukan dengan cara ini karena dapat menyebabkan. flogging pada fiber sehingga mengurangi akurasi dan merusak fiber SPME. Selain itu sampel dengan tingkat ionisasi yang tinggi atau kandungan garamnya tinggi juga tidak dapat dilakukan dengan ekstraksi langsung karena dapat merusak fiber yang digunakan. Mengingat sampel air yang digunakan keruh dan kadargaram tinggi maka dalam penelitian ini digunakan cara ekstraksi yang kedua, headspace. Pada ekstraksi dengan headspace, fiber SPME diletakkan dalam fasa uap di atas sampel kemudian diberi pemanasan, dan langsung diinjeksikan ke instrumen GC7MS. Pada cara ini kesetimbangan partisi yang terjadi adalahantara analit pada lapisan fiber dan headspace.