Uji Profisiensi

Dalam rangka meningkatkan kinerja laboratorium di Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi (UPT. LTSIT) Unila, telah dilaksanakan uji profisiensi terhadap tiga analis yang bekerja di bidang analisis logam menggunakan metode inductively coupled plasma-optical emission spectrometry (ICP-OES). Uji profisiensi merupakan uji-uji atau pengukuran spesifik dan digunakan untuk memantau kinerja yang berlangsung suatu laboratorium.

FAPAS-Environmental Surface Water Chemistry (Sampel Air Untuk Uji Profisiensi

FAPAS-Environmental Surface Water Chemistry (Sampel Air Untuk Uji Profisiensi

Uji profisiensi yang dilakukan berkaitan dengan komitmen dari UPT. LTSIT untuk memperoleh sertifikat ISO 17025;2008 di mana salah satu syaratnya adalah dimilikinya analis yang kompeten dalam bidang analisis atau pengukuran yang spesifik. Kompetensi ini diuji langsung oleh lembaga internasional khusus yang dalam hal ini adalah Fapas yang berlokasi di Sand Hutton, York, Inggris. Pada uji ini Fapas mengirim sampel air, di mana tiga analis UPT. LTSIT diharuskan menentukan kandungan dari logam besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), perak (Ag), litium (Li), barium (Ba), boron (B), strontium (Sr), zinc (Zn) dan aluminum (Al) menggunakan metode ICP-OES. Uji profisiensi ini dilakukan Laboratorium Terpadu UP. LTSIT pada tanggal 27-30 Juni 2016. Hasil uji profisiensi dikirim kembali ke Fapas untuk dinilai akurasi dan presisinya. Analis yang lulus dari uji profisiensi ini akan memiliki keahlian yang diakui secara internasional dalam bidang analisis logam dalam air menggunakan metode ICP-OES.  Kepala UPT. LTSIT, Dr. Ir. Paul Benyamin Timotiwu menuturkan bahwa perlu dilakukan uji profisiensi untuk meningkatkan kompetensi analis dan mengevaluasi kinerja laboratorium.