50 Persen Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) PLP 2016, Sangat Merekomendasikan Pelatihan Instrumen di UPT Laboratorium Terpadu Unila

web-2

UPTLTSIT Unila menjadi tempat pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) pengoperasian dan pemeliharaan dan bahan laboratorium bagi pranata laboratorium pendidikan (PLP) tahun 2016.  Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti serta Direktorat Karir dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).  Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Karier dan Kompetensi Prof. Bunyamin Maftuh.

Bimtek PLP digelar di Hotel Horison dan UPT Laboratorium Terpadu Unila pada 20 – 23 September 2016.  Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta PLP perwakilan 27 Perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia.  Adapun perguruan 27 perguruan tinggi negeri tersebut diantaranya Unila, Universitas Indonesia, IPB, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Andalas, Universitas Pendidikan Indonesia dan lainnya.

web-up

Teknis Bimtek PLP 2016 ini terdiri dari 30 persen teori dan 70 persen praktek pengoperasian dan pemeliharaan alat laboratorium level 4.  Adapun alat laboratorium level 4 tersebut diantaranya ICP, GC-MS, HPLC, SEM, dan PCR. Pelaksanaan praktek pengoperasian dan pemeliharaan alat laboratorium dilaksanakan selama 2 hari di UPT Laboratorium Terpadu Unila.  Kegiatan praktek di UPTLTSIT meliputi pembuatan instruksi kerja pengoperasian dan pemeliharaan alat laboratorium, pemeliharaan alat laboratorium, pengoperasian dan optimasi alat laboratorium, preparasi sampel, analisis sampel, dan evaluasi hasil analisis dan pemeliharaan alat.

Banyak tanggapan positif dari peserta bimbingan teknis PLP untuk managemen dan instrumen di UPTLTSIT.  “Instrument di UPTLTSIT sudah lebih lengkap dibandingkan dengan di Universitas saya, begitu juga dengan pedoman-pedoman dan rekaman-rekaman sudah lebih terdokumentasi dengan baik sesuai dengan ISO 17025,” ungkap Nuraini peserta bimtek PLP 2016.

Hasil evaluasi kegiatan berdasarkan kuisioner yang diisi oleh peserta bimtek menunjukan hasil yang cukup memuaskan.  Rata-rata peserta bimtek merasa puas dengan kegiatan praktek di UPTLTSIT Unila dan bahkan peserta sangat merekomendasikan kegiatan serupa di UPTLTSIT untuk teman-teman PLP di PTN asal masing-masing.  “Rata-rata peserta bimtek puas dan akan merekomendasikan kepada temna-teman PLP lainnya untuk mengikuti kegiatan serupa di UPTLTSIT. Bahkan untuk beberapa instrumen seperti SEM dan GC-MS rata-rata peserta sangat merekomendasikan untuk dilakukan pelatihan serupa dengan waktu yang lebih panjang,” ungkap manager teknis UPT LTSIT.

Namun, selain tanggapan positif tentunya ada banyak tanggapan yang memotivasi UPTLTSIT.  Seperti yang diungkapkan oleh Padya yang mengatakan bahwa Gedung UPTLTSIT dianggap kurang pas untuk menjadi gedung level Laboratorium Terpadu.  “Pelayanan yang kami terima sangat baik, ramah, dan instrumen yang ada juga termasuk lengkap dan canggih.  Namun, menurut saya gedung kurang pas untuk level Laboratorium Terpadu.  Seharusnya Laboratorium Terpadu memiliki gedung yang lebih besar dengan keamanan, kenyaman, dan pembungan limbah yang lebih baik,” tandasnya. (wg/ )