UPT LTSIT Akan Menggelar Pelatihan Pirosekuensing

Pirosekuensing merupakan suatu teknik sekuensing DNA yang memanfaatkan reaksi gabungan enzim dan bioluminescence untuk memantau pelepasan pirofosfat yang menyertai penggabungan nukleotida secara real time. Metode pirosekuensing adalah metode alternatif komersial pertama yang tersedia setelah metode Sanger yang terkenal untuk sekuensing DNA secara de novo. Sampai saat ini sudah banyak artikel ilmiah terdiri yang menjelaskan perkembangan dan penerapan Pirosekuensing (Sumber: NCBI). Teknologi pirosekuensing telah banyak digunakan di berbagai bidang ilmu seperti kedokteran dan pertanian. Metode ini dapat digunakan untuk analisis Single Nucleotide Polymorphism (SNP) dan sekuensing sampai 100 pb, dan juga untuk whole-genome sequencing. Selain itu, dalam epigenetik, pirosekuensing juga digunakan untuk analisis persentase metilasi.

Skema Representatif Proses Pirosekuensing

Sumber: Fakruddin et al. 2012. Pyrosequencing-Principles and Applications. International Journal of Life science & Pharma Research, Vol 2, Issue 2, Apr – Jun 2012. ISSN 2250-0480.

Konsep dasar metode pirosekuensing ini yakni mengikuti aktivitas DNA polimerase selama polimerisasi nukleotida menjadi untai DNA dengan menganalisa pirofosfat yang dilepaskan selama proses berlangsung. Dalam teknik pirosekuensing ini, pirofosfat anorganik yang dilepaskan kemudian dikonversikan menjadi ATP dengan bantuan enzim ATP sulfurilase sehingga menyediakan energi bagi enzim luciferase untuk mengoksidasi luciferin dan menghasilkan cahaya yang bisa dideteksi oleh komputer.

Saat ini, Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi (UPT LTSIT) Universitas Lampung sudah dilengkapi dengan alat pirosekuensing yaitu Pyromark Q24 dari QIAGEN. Mengingat pentingnya teknologi pirosekuensing saat ini maupun di masa yang akan datang, UPT LTSIT Universitas Lampung bekerjasama dengan PT. Genecraft Labs sebagai distributor tunggal produk QIAGEN memandang perlu untuk mengadakan “Pelatihan Pirosekuensing”. Sebagai sampel pelatihan digunakan tanaman sawit dimana dengan kemampuan pirosekuensing yang dimiliki alat Pyromark Q24, dapat dibedakan antara genom Elaeis guinefera dengan Elaeis oleifera melalui sekuen SNP-nya. Dengan kata lain, terdapat SNP yang mampu dideteksi oleh instrumen Pyromark Q24 dan dapat digunakan untuk membedakan kedua jenis tanaman sawit tersebut. Selain itu, dalam pelatihan ini akan digunakan instrumen ekstraksi DNA otomatis QIACUBE dari QIAGEN untuk ekstraksi DNA daun kelapa sawit.

Pelatihan ini akan diselenggarakan selama 3 hari yaitu tanggal 15 s.d. 17 November 2017  di UPT LTSIT Universitas Lampung.

B

 

Pemateri/Narasumber
1. Mr. Jeffrey Koh, M.Sc, Ahli Pirosekuensing dari QIAGEN SINGAPURA.
2. Prof. Dr. Ir. Kukuh Setiawan, M.Sc, dosen Universitas Lampung, Ahli Pemuliaan Kelapa Sawit.
3. Tim Trainer instrumen QIACUBE dan Pyromark Q24 dari PT Genecraft Labs.

Fasilitas Peserta Pelatihan
Modul, seminar kits (map, alat tulis), sertifikat, coffee break (2 kali/ hari), dan makan siang.